Free Term Papers on Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Sektor Pertambangan Dan Indeks Lq 45 Di Bursa Efek Indonesia

OPPapers.com Essay Index >> Business >> Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Sektor Pertambangan Dan Indeks Lq 45 Di Bursa Efek Indonesia

We have many free term papers and essays on Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Sektor Pertambangan Dan Indeks Lq 45 Di Bursa Efek Indonesia. We also have a wide variety of research papers and book reports available to you for free. You can browse our collection of term papers or use our search engine.

Essays from FratFiles.com
  1. Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Terhadap Pergerakan ...

    PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM
    SEKTOR PERTAMBANGAN DAN INDEKS LQ 45 DI BURSA EFEK INDONESIA. ...

View More Papers...

Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Sektor Pertambangan Dan Indeks Lq 45 Di Bursa Efek Indonesia

Submitted by delin83 on July 10, 2008

Category: Business
Words: 1880 | Pages: 8
Views: 356
Popularity Rank: 28,159
Average Member Grade: N/A (Add a Comment / Grade this Paper)

PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM SEKTOR PERTAMBANGAN DAN INDEKS LQ 45 DI BURSA EFEK INDONESIA

I. Latar Belakang
Tepat pada tanggal 24 Mei 2008 pemerintah Indonesia mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang merupakan komoditas yang memegang peranan sangat penting dalam semua aktivitas ekonomi. Kenaikan harga ini memberikan dampak yang bermacam-macam, mulai dari aksi penentangan dari masyarakat, terutama kalangan mahasiswa, sampai dengan kenaikan harga di sejumlah sektor ekonomi.
Bagi dunia usaha, dampak kenaikan harga BBM juga dirasakan dengan naiknya biaya produksi sehingga meningkatkan biaya secara keseluruhan dan mengakibatkan kenaikan harga pokok produksi antara lain yaitu meningkatnya biaya bahan baku, biaya angkut, serta kenaikan upah karyawan, yang pada akhirnya menaikkan harga jual produk dan menurunkan keuntungan perusahaan.
Rencana kenaikan harga BBM sebenarnya sudah mulai terdengar dan mencuat beritanya sejak awal tahun 2008, ketika harga minyak dunia melambung tinggi di pasaran dan mencapai rekor tertinggi yaitu lebih dari US$100 per barel. Kenaikan harga minyak dunia tersebut disebabkan sejumlah faktor, diantaranya adanya persepsi rendahnya cadangan minyak yang ada saat ini di pasaran dan adanya kekhawatiran atas ketidakmampuan peningkatan produksi dari negara-negara produsen minyak.
Kenaikan harga minyak dunia yang semakin tidak terkendali tersebut kemudian direspon oleh seluruh negara di dunia, termasuk salah satunya adalah Indonesia. Pemerintah Indonesia, yang kala itu dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan berdasarkan persetujuan DPR akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga BBM di Indonesia yaitu sekitar 30%. Pemerintah berdalih harus menaikkan harga BBM dikarenakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit akibat pemberian subisidi BBM yang terlalu tinggi kepada masyarakat. Untuk menutupi defisit...

You must Login to view the entire paper.
If you are not a member yet, Sign Up for free!